Rabu, 24 Oktober 2012

HAND OUT MATERI BUNGA & PERBUNGAAN


PERBUNGAAN & BUNGA
Alit Adi Sanjaya

Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk perkembangbiakan secara kawin atau perkembangbiakan secara generatif.  Setiap bunga dari jenis tumbuhan memiliki moroflogi bunga yang khas yang berbeda antara jenis tumbuhan yang satu dengan yang lainnya. Bunga dianggap modifikasi dari tunas. Bunga yang tersusun berkelompok pada satu tangkai bunga bersama disebut perbungaan (inflorescensia), dan apabila tumbuh soliter atau satu kuntum pada satu tangkai bunga disebut bunga tunggal (flos).

I.       PERBUNGAAN
Perbungaan terdiri dari suatu sumbu bersama tempat melekatnya sejumlah kuntum bunga sehingga menghasilkan suatu kesatuan. Bagian-bagian perbungaan adalah sebagai berikut.
1
Pendunkulus
:
tangkai bunga bersama yaitu bagian dari cabang atau ranting antara daun teratas dan cabang perbungaan terbawah.
2
Rakhis
(sumbu primer)
:
Kelanjutan dari pedunkulus atau bagian cabang diatas pari percabangan terbawah atau bunga terbawah
3
Sumbu sekunder
:
Cabang sumbu primer pada perbungaan
4
Pediselus
:
Tangkai dari satu bunga dari perbungaan
5
Reseptakulum
:
Dasar bunga
6
Brakte
:
Daun yang biasanya tereduksi menjadi berbentuk sisik atau berbentuk seperti daun normal sehingga sulit dibedakan
7
Spata
:
Seludang bunga yang besar
8
Brakteola
:
Brakte untuk setiap bunga pada berbungaan
9
Bunga
:
Bunga itu sendiri dari perbungaan

II.     BUNGA
Bagian-bagian bunga adalah sebagai berikut.
1
Reseptakulum
:
Dasar bunga, sumbu bunga tempat melekatnya bagian-bagian lain dari bunga
2
Diskus
:
Penonjolan reseptakulum yang biasanya berkelenjar
3
Periantium
:
Perhiasan bunga, jika tidak ada, disebut bunga telanjang. Jika ada dan hanya satu macam, tidak dapat dibedakan baik warna maupun bentuk disebut perigonium dan helaiannya disebut tepal.
Jika ada dan dapat dibedakan pada lingkaran luar dan dalam maka dibedakan menjadi:
a.       Kaliks (daun kelopak) umumnya berwarna hijau, helaiannya disebut sepal
b.       Corola (mahkota bunga), umumnya berwarna cerah, helaiannya disebut petal.
4
Stamen
:
Benang sari, terdiri dari:
a.       Filamen atau tangkai sari
b.       Antera atau kepala sari, biasanya terdiri atas 2 teka yang mengandung serbuk sari
c.        Konektivum atau jaringan yang menghubungkan kedua teka
5
Pistilum
:
 Putik, terdiri dari:
a.       Ovarium atau bakal buah
b.       Stilus atau tangkai kepala putik
c.        Stigma atau kepala putik

1.       Tangkai Bunga (Pediselus)
Tangkai bunga merupakan sumbu yang pada ujungnya mengalami modifikasi

2.       Dasar Bunga (Reseptakulum
Dasar bunga merupakan tempat daun-daun bunga, yaitu kelopak, tajuk, benang sari dan putik.

3.       Kelopak Bunga (Kaliks)
Struktur daun kelopak dapat berupa:
a.       Sepal è berupa lembaran dan herbasius
b.       Papus è berupa rambut seperti pada keluarga Asteraceae.
c.        Epikaliks è berupa kelopak tambahan seperti pada bunga Hibiscus rosa-sinensis
Menurut perlekatannya, kaliks dapat dibedakan atas:
a.       Kaliks berlekatan (Kaliks Gamosepalus) è tampak bentuknya seperti tabung, Contoh pada bunga Hibiscus rosa-sinensis.
b.       Kaliks terpisah (Kaliks Polisepalus) è kaliks yang terpisah atau lepas. Contohnya pada bunga Alamanda catartica.
Menurut bentuknya, kaliks dapat dibedakan menjadi:
a.       Kaliks aktinomorf
b.       Kaliks Zigomorf

4.       Tajuk Bunga (Corola)
Berdasarkan perlekatan daunnya, tajuk dibedakan menjadi:
a.       Petal berlekatan (korola gamopetala) è petal yang saling berlekatan membentuk sebuah tabung. Contohnya pada bunga Alamanda catartica.
b.       Petal terpisah (korola polipetala) è petal yang terpisah atau lepas. Contoh pada bunga Hibiscus rosa-sinensis. Sering kali petal jenis ini menyempit pada bagian dasar yang membentuk struktur menyerupai kuku, dibedakan menjadi: (1) kuku (unguis), (2)papan (lamina) bagian atas lebar dan pipih.
Menurut bentuknya, tajuk dapat dibedakan menjadi:
a.       Corola aktinomorf è tajuk yang memiliki bentuk teratur, dan memiliki lebih dari satu bidang pembelahan.
b.       Corola zigomorf è tajuk yang hanya memiliki satu bidang pembelahan.
c.        Seperti kupu-kupu è seperti pada korola dari keluarga Papilionaceae. Daun-daun tajuk dapat dibedakan menjadi:
·   Lunas (karina) è terdiri dari dua helai daun yang berlekatan di satu sisinya.
·   Sayap (alae) è berjumlah dua lembar bertempat lateral terhadap lunas.
·   Bendera (vexillum) è merupakan petal yang paling besar dan mengarah ke atas.
d.       Seperti pita (corola ligulata) è bagian bawah berbentuk tabung dan bagian atas berbentuk pita. Contohnya pada keluarga Asteraceae.

5.       Tenda Bunga (Perigonium)
Pada umumnya bunga memiliki perhiasan bunga yang dapat dibedakan menjadi kaliks dan corola. Perhiasan bunga yang hanya terdiri dari atas satu macam daun bunga disebut tenda bunga (perigonium). Berdasarkan perlekatan daun satu dengan daun lainnya, perigonium dapat dibedakan menjadi:
a.       Tenda bunga berlekatan (perigonium gamophyllus) è jika perigonium berlekatan satu dengan lainnya sehingga membentuk seperti tabung.
b.       Tenda bunga terpisah (perigonium pleiophyllus) è jika perigonium terpisah satu dengan lainnya.
         Berdasarkan bentuknya, tenda bunga dapat dibedakan menjadi:
a.       Tenda bunga teratur (aktinomorf), contohnya pada keluarga Solanaceae.
b.       Tenda bunga zigomorf, contohnya pada bunga dari keluarga Orcidaceae.
Berdasarkan warna dan struktur, tenda bunga dapat dibedakan menjadi:
a.       Serupa kelopak (kalicinus) è jika berwarna hijau seperti daun kelopak. Contoh dari keluarga Palmae.
b.       Seupaa tajuk (corolinus) è jika warnanya seperti warna tajuk, terdapat pada keluarga Orcidaceae.

6.       Benang Sari (Stamen)
Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga. Keseluruhan benang sari disebut Androsium. Benang sari merupakan modifikasi daun. Hal ini sangat tampak jelas terlihat pada bunga tasbih. Benang sari jenis ini disebut dengan staminodium. Secara umum benang sari dibagi menjadi tiga bagian,. Yaitu:
a.       Tangkai sari (filamentum) è bagian ramping berbentuk silinder
b.       Kepala sari (antera) è terdapat pada bagian ujung tangkai sari
c.        Penghubung ruang sari.(konektivum) è merupakan kelanjutan dari tangkai sari yang menjadi penghubung ruang sari.
Berdasarkan jumlah benang sari, dapat dibedakan menjadi:
a.       Benang sari banyak
b.       Benang sari dua kali lipat jumlah daun tajuk
c.        Benang sari sama banyak atau kurang dari daun tajuk.
Berdasarkan panjang benang sari, dapat dibedakan:
a.       Benang sari panjang dua è memiliki benang sari dua panjang dan dua pendek.
b.       Benang sari panjang empat è memiliki benang sari empat panjang dan dua pendek.
Berdasarkan tempat duduknya benang sari, dapat dibedakan:
a.       Benang sari duduk di atas dasar bunga è contohnya pada bunga Citrus sinensis
b.       Benang sari duduk di tepi hipantium è contohnya pada bunga Rosa hybrida
c.        Benang sari duduk pada tajuk bunga è contohnya pada bunga Alamanda catartica
Berdasarkan jumlah berkas yang menyusun benang sari dalam satu bunga, dibedakan menjadi:
a.       Benang sari bertukal satu (monoadelpus) è contohnya pada Hibiscus rosa-sinensis
b.       Benang sari bertukal dua (diadelpus) tidak sama è contohnya pada keluarga Papilionaceae
c.        Benang sari bertukal dua (isadeplus) sama è contohnya pada keluarga Sterculaceae
d.       Benang sari bertukal banyak (polyadelpus) è contohnya pada bunga Citrus sinensis

7.       Putik (Pistilum)
Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Putik tersusun atas daun-daun yang mengalami metamorfosis. Daun penyusun putik disebut daun buah atau karpel (Carpelum). Struktur putik secara menyuruh disebut Gynasium. Dapat dibedakan menjadi:
a.       Kepala putik (stigma)
b.       Tangkai putik (stilus)
c.        Bakal buah (ovarium)
d.       Bakal biji (ovulum)
Menurut banyaknya daun buah yang menyusun putik, dapat dibedakan menjadi:
a.       Putik tunggal (simpleks) è jika putik hanya tersusun atas selembar daun buah, misalnya pada buah polong (Leguminoceae)
b.       Putik majemuk (compositum) è jika putik terdiri atas lebih dari satu daun buah
Berdasarkan letak bakal buah terhadap kedudukan bagian bunga yang lain, dibedakan menjadi:
a.       Bakal buah menumpang (superus) èjika bakal buah duduk diatas dasar bunga sehingga kedudukan bakal buah lebih tinggi.
b.       Bakal buah setengah tenggelam (semi inferus) è jika bakal buah hanya separuh menyatu dengan dasar bunga yang berbentuk mangkuk.
c.        Bakal buah tenggelam (inferus) è jika bakal buah bersatu dengan dasar bunga dan terletak lebih rendah dari perhiasan bunga dan benang sari.

DIAGRAM DAN RUMUS BUNGA
                   Diagram bunga merupakan gambar proyeksi bunga pada bidang datar yang letaknya tegak pada sumbu bunga. Jadi diagram bunga merupakan peta yang memberikan gambaran tentang suatu bunga. Dalam diagram bunga, bagian-bagian bunga dinyatakan:
a.       Perhiasan bunga dinyatakan dengan sabit
b.       Benang sari dinyatakan dengan elips atau penampang melintang kepala sari
c.        Putik dengan penampang melintangnya
d.       Bagian belakang tempat bunga muncul dinyatakan dengan bulatan kecil
e.       Brakte dinyatakan dengan sabit kecil.

Struktur bunga dapat dituliskan dalam bentuk rumus bunga. Pada rumus bunga ciri-ciri motfologi seperti kaliks, korola, androsium, ginasium dinyatakan dengan huruf-huruf. 




readmore »»  

Minggu, 13 Mei 2012

KENAPA RAMBUT BISA MEMUTIH (BERUBAN)?


Kemunculan uban kadang-kadang seperti tamu yang tidak diundang. Hampir semua orang tidak menyukai keadaan seperti ini yang dapat mengurangi kepercayaan setiap orang. Kemunculan uban merupakan pertanda usia yang semakin lanjut. Namun, pada kenyataan uban juga dapat menyerang orang yang masih muda. Warna rambut bisa berwarna hitam, kelabu, pirang dan putih kadang kadar pigmen melaninnya yang berbeda-beda. Selain, ada beberapa faktor pemicu munculnya uban, antara lain metabolisme tubuh yang menurun (usia lanjut), faktor keturunan, faktor kerusakan rambut, (penggunaan shampoo yang terlalu alkalis atau banyak busanya, semprot rambut/hair spray, gel, cat rambut, dan pemakaian pengering rambut yang terlalu sering), gangguan hormon, polusi cahaya matahari, kurang gizi (vitamin dan meniral), stress, gaya hidup yang salah, dan penyakit-penyakit tertentu (anemia pernisiosa, gangguan tiroid, albinisme, vitiligo). Semua faktor tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi pembentukan enzim atau protein pigmen rambut yang semakin berkurang sehingga sirkulasi pembawa nutrisi (darah) juga ikut berkurang.

readmore »»  

Selasa, 24 April 2012

OVER DOSIS GLUKOSA DALAM TUBUH MEMICU GLIKOSILASI


Oleh
Alit Adi Sanjaya

Glikosilasi merupakan salah satu proses biokimia dalam tubuh yang menyebabkan perubahan fisik yang dramatis. Sederhana saja, glikosilasi terjadi saat molekul gula (glukosa) yang melimpah dalam darah dan terikat pada protein  berkurang keefektifannya dan menyebabkan peradangan.  Proses ini yang sering terjadi saat kita menua, terjadi tanpa bantuan enzim spesifik.  Hal inilah yang menyebakan glikosilasi berbahaya bagi tubuh.

Gambar 1. Glikosilasi terjadi saat molekul-molekul gula yang melayang dalam darah
berikatan dengan molekul protein di permukaan sel sehingga
molekul-molekul tersebut kehilangan fungsinya. 

Normalnya. Glukosa merupakan molekul yang menghasilkan energi bagi sel tubuh.  Saat kita mengalami resistensi insulin, insulin tidak dapat mengirim glukosa masuk kedalam sel secara efektif. Jika glukosa tidak dapat masuk kedalam sel, glukosa akan tetap tinggal dalam darah dan menguras habis persediaan protein dalam darah. Analoginya seperti hujan asam yang dapat merusak dan membuat apa saja yang disentuhnya.
Saat glukosa yang berlebih ini menghadang molekul lain di luar sel, glukosa akan mengikat molekul tersebut hingga tidak mampu melakukan tuganya. Ilmu sains menjuluki efek-efek glukosa pada “penuaan” protein ini sebagai AGE (advanced glycosylation end product) (produk akhir glikosilasi tingkat lanjut) yang merupakan singkatan pas, karena mereka menyebabkan kita menua. Reseptor untuk protein terglikosilasi (RAGE) adalah target utama pengobatan baru yang bertujuan mengurangi komplikasi diabetes, antara lain kebutaan, kerusakan ginjal, kerusakan saraf, dan penyakit jantung.
Glikosilasi akan mendatangkan berbagai efek bagi tubuh, tergantung di organ yang mana proses ini berlangsung. Saat glukosa terikat pada protein, perubahan struktur molekul akan menyebabkan perubahan seperti:

     PADA DARAH, normalnya ada ikatan yang sangat kuat diantara sel-sel endotel pada dinding arteri sehingga sangat sulit dipisahkan. Namun glikosilasi melemahkan ikatan tersebut, merusak dan membuat ikatan menjadi rapuh. Tubuh akan memperbaiki kerusakan tersebut dengan menyumbatkan kolesterol, dan terbentuklah plak pada dinding arteri.

      PADA LENSA MATA, glikosilasi pada lensa mata menyebabkan perubahan pada lensa yang semula bening menjadi sedikit keruh. Kekeruhan yang semakin parah dapat memicu katarak. Jika glikosilasi menyerang pembuluh darah kecil di bagian belakang mata, pembuluh darah tersebut akan menjadi rapuh, diikuti pendaharan yang menyertai kondisi diabetik retinopati, hingga akhirnya menyebabkan kebutaan.
      
     PADA KULIT, glikosilasi pada kolagen menyebabkan kolagen pada kulit menjadi kurang elastis dan menjadi lebih kaku.

    PADA JARINGAN IKAT, saat glukosa berikatan dengan kolagen pada jaringan ikat, tubuh tidak akan dapat bergerak dengan bebas. Kolagen dibutuhkan untuk menghaluskan gerakan persendian. Kadar gula yang tinggi memperparah rasa sakit dan nyeri pada sendi, serta dapat memicu kegagalan pergerakan sendi dan akhirnya artritis.
     
     PADA PARU-PARU, glikosilasi kolagen menyebabkan kemunduran abnormal jaringan elastis, sehingga kita menjadi sulit benapas. Hal tersebut akan terjadi perlahan di jaringan ikat paru-paru, namun dengan kadar glukosa yang tinggi selama 40 tahun sering memicu terjadinya gagal fungsi pernapasan atau ketidakmampuan menyerap cukup oksigen kedalam darah.

Sumber: Staying Young (Mehmet C. Oz & Michael F. Roizen, 2009)
readmore »»